[Resensi] Perempuan Bergaun Putih

Perempuan Bergaun Putih

Perempuan Bergaun Putih

Di tengah-tengah maraknya cerpen berbau metropolis dan percintaan ala kaum remaja, Sawali Tuhusetya menghadirkan sebuah kumpulan cerpen yang mengangkat sisi lain dari wong cilik yang tersisihkan dan terabaikan oleh perkembangan zaman. Kumpulan cerpen yang diberi judul Perempuan Bergaun Putih ini merupakan kumpulan cerpen karya Sawali Tuhusetya yang juga dia terbitkan di blog pribadinya.

Di dalam cerpennya, Sawali memberikan kombinasi yang unik antara realita kehidupan masa kini, kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat, kepahlawanan, percintaan, serta nuansa Jawa yang sangat terasa. Misalnya saja dalam cerpen “Topeng”, dikisahkan tentang sebuah topeng tembem yang dulunya dipakai ayah Barman dalam pementasan reog. Setelah ayahnya meninggal, Barman menaruh topeng tersebut di dinding. Barman sering merasakan adanya sebuah kekuatan tersembunyi dalam topeng tersebut. Lalu suatu saat, topeng tersebut lepas dari dinding dan langsung menyatu dengan wajah Barman.

Akhir cerita dari tiap cerpennya pun terkadang tidak terduga, seperti dalam cerpen “Marto Klawung”. Dalam cerpen itu diceritakan seorang jagoan yang bernama Marto Klawung. Tidak ada yang berhasil menundukkan Marto Klawung selain Kyai Sodikin. Dan setelah Kyai Sodikin meninggal dunia, tidak ada lagi yang mampu mengendalikannya. Namun, suatu hari istri Marto Klawung meminta tolong kepada tokoh “aku”. Marto Klawung berhasil dibekuk setelah “aku” menyiramkan cairan cabai ke mata Marto Klawung dan dia langsung di –belok. Namun, Marto Klawung berhasil bebas dan langsung menuju rumah “aku”. Tokoh “aku” kaget dengan kelakuan Marto Klawung yang mencium kakinya. Dan belum hilang kekagetannya, Marto Klawung tiba-tiba menyabetkan parangnya ke kaki kiri “aku”.

Sedangkan cerpen “Perempuan Bergaun Putih”, yang juga menjadi judul kumpulan cerpen ini, mengisahkan tentang sosok perempuan bergaun putih yang muncul secara tiba-tiba setiap malam dan mendendangkan senandung pemujaan rembulan. Konon, mereka sosok tersebut muncul setelah peristiwa meninggalnya gadis berkepang dua dan diusirnya keluarga Kang Badrun dari desa yang terletak di samping lembah kematian itu.

Kumpulan cerpen Sawali Tuhusetya ini seolah mewakili sedikit dari sekian banyak kebudayaan Jawa lengkap dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat, norma adat, hingga nuansa supernatural yang kental dalam budaya Jawa. Tema yang diangkat pun cukup menarik dan sanggup mengobati kerinduan kita akan cerpen berbau eksotis. Gaya bahasa yang lugas dan detail lokasi yang terperinci membuat kita tidak sekedar membaca, tapi seolah ikut menjadi bagian di dalam cerita tersebut. Selain itu, kumpulan cerpen ini bisa menjadi referensi yang bagus sebagai bahan ajar di sekolah-sekolah.

P.S:
With all respect, picture was taken from Nenyok’s Blog.🙂

Tentang Reinhart

Don't wait. The time will never be just right.
Pos ini dipublikasikan di Lain-lain, My Interest dan tag , . Tandai permalink.

13 Balasan ke [Resensi] Perempuan Bergaun Putih

  1. p4ndu_454kura® berkata:

    Terima kasih untuk Pak Sawali atas sumbangan bukunya untuk TuguPahlawan.Com.🙂

  2. peyek berkata:

    Semoga semakin manambah cerpen-cerpen yang kental dengan ajaran budaya jawa,
    saya baca juga beberapa

  3. Catshade berkata:

    Lho…lho…itu ada spoiler-nya ya?😕

  4. Just Bryan berkata:

    Ntar pinjem bukunya ke TPC ah..

  5. Frenavit Putra berkata:

    Wes mari moco ne kabeh ndu??? keren… sip-sip…

  6. p4ndu_454kura® berkata:

    @ peyek
    Amiin…

    Saya sudah mulai bosan dengan cerpen yang bertemakan percintaan metropolitan.

    @ Catshade
    Ya… cuma sedikit, kok.:mrgreen:

    @ Just Bryan
    Silakan…

    @ Frenavit Putra
    Wes. Sebagian tak woco nang dalan.

  7. Rukia berkata:

    saya punya sih, tapi lom sempat baca, masih tersimpan rapi di rak:mrgreen:

  8. Apa ga ad yang menarik lagi tema cerpen selai percintaa,humor,dll.Banyaki tuh cerpen tentang nasionlisme

  9. faisal berkata:

    kok kumpulan ceritanya g ada c!h?

  10. udiarera berkata:

    keren tenan ik…ahahaha

  11. udiarera berkata:

    tapi…kata guru bahasa indonesia saya…agak ga mutu…

  12. salam kenal…

    blognya keren , artikelnya juga keren keren dan mantap mantap,,

    thanks, di tugggu kunjjungan baliknya

  13. puput qurnia berkata:

    alhamdulillah akhirnya dapat cerita bwt tgs di school,….tq ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s