Dilema Sebuah Berita

Sekarang ini, nyaris tidak ada orang yang tidak kenal dengan koran. Media publikasi yang satu ini merupakan media termurah yang bisa didapatkan oleh masyarakat. Selain koran, masih ada lagi media tulis lain seperti tabloid, majalah, dan sebagainya. Beritanya bermacam-macam. Mulai dari politik, kebudayaan, kriminalitas, olahraga, hingga tren hidup masa kini.

Sejauh ini kita tinggal menikmati berita hasil buruan para wartawan yang di koran dan majalah. Kita tidak tahu permasalahan apa yang dihadapi oleh sang penulis berita sebelum berita tersebut diterbitkan.

Untuk sedikit mengetahui permasalahan apa yang mereka hadapi, berikut ini saya tampilkan sebuah diskusi singkat. Diskusi ini diambil dari milis komunitas ayah saya, yang sebagian anggotanya berprofesi sebagai jurnalis.

SGP:
Halo RIF,
Wah, di negaramu Kalimantan Timur, tepatnya di Nunukan, sedang perang suku lagi ya. Kali ini antara Dayak dan Bugis setelah dulu membabat orang Madura. Perang kok nggak ada habis-habisnya. Topiknya rebutan proyek dan jabatan ya. Orang-orang Dayak yang tersisih itu kemudian mengamuk dan menyatakan perang.
Lantas bagaimana peranmu untuk memberadabkan orang Kalimantan agar tidak bertikai dan perang?

RIF:
Saya katakan: tak benar ada perang suku.
Yang benar, ada orang yang mangkel karena kalah tender dan kebetulan orang itu orang Dayak, sedangkan si pemenang tender adalah orang Bugis yang memang banyak temannya di pemerintahan yang juga banyak orang bugisnya. Kemudian singkatnya saling mengancam antar kelompok. Yang namanya kelompok tentulah karena ada persamaan kan. Baik sama sama Bugis atau sama-sama Dayak.

Sangat tidak relevan kalau kita menulis sebuah perkelahian biasa yang mungkin karena perjudian atau perempuan atau apalah dengan menyebut: SGP yang beretnis Jawa ditikam hingga tewas oleh RIF yang beretnis Banjar.

Memang di Nunukan itu sempat ada gesekan antar kelompok yang sekali lagi kebetulan dibedakan karena sukunya. Mereka saling mengancam. So What? Biarkan polisi sana menyelesaikannya. Berita memang beredar, tapi di kalangan intel dan wartawan aja. Berapa sih jumlah intel?

Lagian Nunukan itu kan kecil banget, orang Kaltim aja banyak yang gak tahu Nunukan di mana. Yang dikhawatirkan justru wartawan, terutama wartawan di daerah yang bekerja untuk media nasional dan wartawan dari luar Kaltim. Mereka banyak yang seenaknya aja nulis tanpa verifikasi bahkan tanpa sumber jelas dan data akurat. Dan celakanya tidak ke tempat kejadian, karena umumnya mereka ngantor di Balikpapan atau Samarinda.

Yang setengah mati kami media lokal yang cinta tanah tempat kami bekerja ini: berupaya mendinginkan gesekan yang hampir saja dibuat oleh media menjadi api dan kebakaran besar.

Aku meminta dan menelponi sejumlah watawan media nasional di sini untuk melihat perkembangan, dan tidak memberitakan apa yang ada dulu tapi meralatnya kemuduian kalo ada yang salah, layaknya sering dilakukan sejumlah media nasional tentang berita daerah.

Untunglah mereka masih mau mendengarku yang mereka anggap tua ini — ah, ternyata aku sudah tua — dan aku berterima kasih kepada mereka karena tak ada berita yang keluar.

Mungkin aku menghalangi hak publik untuk tahu, tapi aku punya alasan untuk itu. News kan bukan 5W 1 H aja. Ada juga I nya. Impact-nya atawa dampaknya. Bayangkan dampaknya kalo koranku memberitakan: “Suku Dayak di Nunukan meminta ganti rugi 100 ekor sapi kepada suku Bugis atas perlakukan curang mereka. Kalau kurang dari jumlah itu maka suku Dayak akan menyatakan perang terhadap suku Bugis”.

Bagaimana kalau orang Bugis di Balikpapan, Samarinda, dan 11 kab/kota lain di Kaltim membaca itu. Reaksi mereka tentu berbeda-beda. Tapi dipastikan ada ada yang tersinggung dengan pernyataan itu dan langsung menyatakan perlawanan, orang Bugis kan juga dikenal keras. Akibatnya: perang suku beneran dan media berperan mewujudkan itu.

Menurutku, media bisa menghentikan konflik bukan dengan hanya memberitakannya, tapi juga dengan tidak memberitakannya. Ini kan cuma gesekan, bukan api, di tempat yang keciiiiil banget pula. Biarlah nanti dingin sendiri kena angin atau diselesaikan oleh aparat setempat.

Aku yakin media akan menjadi kaca pembesar kalau memberitakan hal ini. Seobjektif apa pun, pemberitaan tetap akan mengangkat ini ke permukaan. Orang yang tadinya gak tau jadi tau. Orang yang tadinya tenang-tenangnya aja, mungkin jadi gelisah. Muncullah kasak-kusuk dll.

SPD:
Setuju 100 persen. Andai kearifan RIF ada di semua kita….

ZA:
[…]saya ingin menyatakan rasa bangga saya membaca tanggapan Mas RIF tentang “perang antarsuku” di Nunukan. Sungguh pengamatan dan pitutur yang sangat bijak. Benar kata orang, untuk menjadi bijak memang tak harus menunggu tua. Bahkan betapa banyak orang yang makin tua hanya bertambah usia, tapi tidak membuatnya bertambah dewasa.[…]

RIF:
Wah, jadi malu (*tersipu mode ON) dan nggak enak nih (atau malah jadi enak ya…?) dapet tanggapan dari Al Mukarom Pak ZA himself ….dibilang bijak pula…..itu kan cuma arti dari nama saya aja ha ha ha…
Kalau misalnya bijak beneran pun, itu juga karena banyak belajar dari Pak ZA yang kerap menuturkan hikmah dan kebijaksanaan beliau di sela-sela waktu menunggu pintu bioskop dibuka……wah, jadi kangen nonton bareng nih….film Transformer dahsyat lo Pak..
Bagaimanapun, terimakasih buanyaaaak Pak ZA telah sudi menanggapi.

SGP:
Haloo RIF,
Saya membaca konflik Dayak Vs Bugis dari internet. Dan sangaatttt prihatin sebab begitu gampang bangsa ini pecah, diadudomba, tawuran, gara-gara masalah sepele bukan menyangkut hajat hidup orang banyak. Di Nunukan itu kan rebutan proyek para makelar.
Masih ingat kan, perang Maluku yang memporakporandakan rumah harta benda itu gara-gara perkelahian preman terminal Ambon. Perang Dayak-Madura di Kalimantan (mohon maaf aku suka gunakan kata ‘perang’ drpd konflik, gesekan yang kurang dahsyattt maknanya) cuma gara-gara preman Sampit bentrok di lokalisasi pelacuran.

Dan kini, negara ini di ambang pecah. RMS ternyata masih gerilya, OPM benderanya terus berkibar dan terang-terangan menuntut merdeka. Dan Timtim merdeka gara-gara preman Australia, John Howard ngancam Habibi. Belum lagi ada politisi daerah yang menuntut propinsi dan kabupaten sendiri pisah dari induknya hanya semata-mata karena ingin jabatan bukan memakmurkan rakyat.

Lebih prihatin lagi di negara ini ternyata banyak tukang kompor mulai aktivis LSM, pengamat, politisi, dan makelar politik. Kalau pejabat negara ini tetap korup dan tidak menyelesaikan daerah yang bergejolak maka sebentar lagi negara ini pasti pecah.

Media seringkali gamang menyikapi kondisi ini. Ada yang penuh kesadaran, kebijakan, dan penuh pencerahan kayak kamu tidak memuatnya tapi ada media yang langsung gampar saja karena sekarang siapa yang ngontrol media bahkan yang kecil-kecil. Kalau zaman Orba dulu cukup Bakorstanasda telepon semua Pimred takut.

Kita ini kadang ingin memberitakan ketimpangan di masyarakat untuk menghantam penguasa yang bobrok dan korup. Tapi dampak berita itu ternyata ada efek sampingnya makin menyulut emosi rakyat yang bertikai.

Menurut saya, kita proporsional saja. Atau kalau lagi bingung… ya tanya hati nurani saja apakah konflik itu pantas dimuat atau tidak.

———————————————–

Nah, bagaimana menurut Anda semua?😕

Tentang Reinhart

Don't wait. The time will never be just right.
Pos ini dipublikasikan di My Interest, My Thoughts. Tandai permalink.

44 Balasan ke Dilema Sebuah Berita

  1. kenapa? berkata:

    saya keturunan bugis.

    Saya pernah tinggal dikalimantan meski hanya sebentar, kurang dari setahun, di senakin kalsel. Tapi saya rindu dengan kawan2 orang banjar dan dayak teman2 ngobrol minum kopi di warung kawan orang banjar sambil makan martabak special jualan mas ali jawa disamping warungnya.
    hampir setiap malam kami dari empat etnis berkumpul bercanda, tertawa, yang saya rasakan jauh lebih dekat daripada saudara sendiri. kami dari empat etnis juga sering bersama sama jalan jalan ke kotabaru pulau laut kalau ada pameran di siring. Meski kurang dari setahun, Malam sebelum saya meninggalkan kalimantan, kawan2 mengadakan acara perpisahan kecil2an sampai pagi.

    saya keturunan bugis.
    setahu saya yang dipesankan oleh orang tua kepada kami, berusaha berbaur dan menjadi keluarga ditanah dimana kami datangi.

    Tapi hari ini, saya dapat berita di internet, ternyata berita nunukan itu tentang konflik dayak -bugis??
    Ada oknum orang bugis membawa2 nama bugis menjelek jelekkan suku dayak?? dan masyarakat dayak yang tersinggung menggeneralisasikan menganggap ini masalah adat dayak dengan suku bugis? dan ada razia kepada setiap orang bugis????

    seandainya saja saya ada didepan oknum orang bugis itu disaat dia berteriak teriak menjelek jelekkan adat dayak, orang itu akan langsung saya robek mulutnya. orang bugis macam apa dia? sebenarnya dia orang bugis ? makassar? atau apa dia?
    MEMANG ada unsur ketidak adilan yang amat mencolok di kalimantan antara pendatang dengan penduduk asli dan itu memang wajib dibenahi. TAPI

    Membaca berita, JIKA, jika si OKNUM bugis tidak menyediakan/kurang dari 100 ekor sapi maka suku Dayak akan menyatakan perang atau akan memenggal kepala si oknum bugis, TIDAK MENGAPA. itu memang kesalahan si oknum yang menghina adat suku lain.

    TAPI! TAPI! Membaca berita di beberapa halaman internet, jika si oknum bugis atau JIKA KKSS (KERUKUNAN KELUARGA SULAWESI SELATAN!!!) tidak menyediakan 100 ekor sapi maka Suku DAYAK AKAN MENYATAKAN PERANG TERHADAP SUKU BUGIS DAN KKSS (KERUKUNAN KELUARAGA SULAWESI SELATAN)!!!!
    anda bukan hanya mengancam seluruh suku bugis tapi juga seluruh penghuni PROVINSI SULAWESI SELATAN!!!!!! dan seluruh warga sulawesi selatan di INDONESIA!!!!

    Saya tidak tahu apakah pemberitaan itu hanya berlebih lebihan dari wartawan demi mendapatkan profit banyak atau hanya ucapan satu dua oknum dayak ATAU BENAR BENAR ITU UCAPAN PETINGGI ADAT DAYAK???

    APAKAH BENAR KELAKUAN DARI SATU OKNUM BUGIS BODOH DIBALAS OLEH GENERALISASI DARI MASYARAKAT DAN TOKOH ADAT ADAT DAYAK KEPADA SELURUH SUKU BUGIS DENGAN RAZIA PENDUDUK?????????

    APAKAH BENAR UCAPAN DARI PETINGGI ADAT DAYAK DAN UCAPAN RESMI MASYARAKAT DAYAK MENURUT MEDIA MENGATAKAN, JIKA KEJADIAN YANG DIPICU OKNUM BODOH INI KEMBALI TERJADI, MAKA TIDAK ADA AMPUN LAGI BAGI SUKU BUGIS????????

    Saya keturunan bugis.
    HATI SAYA SAKIT LUAR BIASA!!!!!
    mungkin seluruh orang bugis dinunukan, saya sendiri belum pernah lihat nunukan, jika di perangi oleh seluruh suku dayak yang berbondong bondong ke nunukan untuk perangi suku bugis, mereka hanya bisa lari untuk mengungsikan keluarga, istri dan anak anak mereka,
    Tapi pernyataan pernyataan seperti diatas membuat hati saya SAKIT LUAR BIASA!! mudah mudahan berita berita seperti ini tidak meluas dibaca oleh satu provinsi dan jutaan masyarakat KKSS di seluruh indonesia. Jika saya saja yang rindu dengan kawan2 di kalimantan yang saya dan mereka sudah menganggap saya dan mereka lebih dari saudara sendiri, membaca berita ini HATI SAYA SAKIT LUAR BIASA!, BAGAIMANA DENGAN JUTAAN MEREKA?
    JIKA KAMI SAJA INTERNAL MASYARAKAT KKSS PUNYA SEJARAH KELAM PEPERANGAN LELAH BERKEPANJANGAN RATUSAN TAHUN ANTARA ETNIS BUGIS DAN MAKASSAR, DAN BUTUH RATUSAN TAHUN LAGI UNTUK MENDAMAIKAN KEDUA SUKU BUGIS MAKASSAR INI MENJADI SATU, BUGIS MAKASSAR, BAGAIAMANA JADINYA NEGARA INI JIKA TERJADI DENDAM KESUMAT RATUSAN TAHUN LAGI DIANTARA SESAMA SAUDARA SEBANGSA?????

  2. kenapa? berkata:

    Saya baru saja mencari cari sumber berita lain tentang konflik nunukan ini. tetapi saya mendapati penulisnya sama semua, Charles Siahaan.

    Dan saya lihat di sini http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=8&dn=20070708202019
    juga oleh Charles Siahaan, Kemudian izinkan saya copy paste beberapa comment dari mungkin warga2 nunukan disana;
    1.Wawiadi Rahim
    “Sakir dan charles adalah orang-orang kecewa dengan bupati nunukan, jadi jangan dipercaya informasi yang menyesatkan ini yang cenderung dibesar besarkan padahal tidak besar, untuk sakir saya tunggu kamu kapan kamu mau adu jotos, saya wawiadi rahim menantangmu, sayalah yang memicu maslah dinunukan, asal tau aja sakir saya mau jadi “anggota DPRD jadi jangan macam-macam di nunukan, bupati pun aku anggap kecil sekarang tidak ada apa-apanya, mohon diterbitkan ini komentar jangan diedit sedikitpun, karna saya mau terang-terangan dengan sakir,makasih”

    2.Beddu
    “Apa yang di paparkan oleh penulis terlalu jauh panggang daripada api, justru tulisan ini dapat lebih memperkeruh suasana nunukan yang sudah kondusif, saran saya kepada redaksi kabar indonesia, agar berita tersebut selayaknya dihentikan, karena charles dan sakir tidak objektif, terlalu subjektif menuliskan kejadian tersebut, janganlah lagi dikompori masyarakat nunukan dengan tulisan yang tendensius, karena kami sebenarnya tahu bagaimana sepak terjang anda berdua di otonomi center….!!!!, selalu ingin mencari – cari kesalahan tanpa memberikan solusi bagi kita semua”

    3.Sara Timbang
    “Alhamdulillah Kondisi Kami di Nunukan sampai dengan detik saya tulis ini masih aman. Hanya orang orang yang tidak tau situasi saja yang membesar besarkan masalah. Salam.”

    4.Anton Taufiq
    “Penulis berita sangat tidak objektif melihat kondisi yang terjadi dilapangan, mereka terkesan emosional dan cenderung memperkeruh masalah, padahal yang sebenarnya bukan masalah, dari tulisan yang diterbitkan,membuat banyak masyarakat di indonesia mencemaskan keluarganya yang bermukim di pulau nunukan, nunukan memang sempit tapi jangan dipersempit dengan gejolak problem apalagi menyangkut etnis, penulis berita juga menyinggung masalah SARA di nunukan padahal itu tidak ada sangkut pautnya dengan SARA, hanya kesalahpahaman yang terjadi ketika lelang proyek di kantor PU, jadi untuk yang menulis berita tentang kisruh dinunukan tolong di perbanyak membaca etika dan teknik penulisan Jurnalistik, sehingga mampu mengimbangi informasi yang akan dijadikan berita, nunukan sekarang aman jangan di buat tidak aman,untuk kabar indonesia, mohon kritikan saya ini di kirim ke email penulis M.sakir dan charles mereka orang-orang kecewa, kalah dalam pemilihan bupati dan wabup di nunukan”

    5.Masyarkat Nunukan
    “Karena kepentingan segelintir oknum masyarakat yang tidak tahu apa – apa yang jadi korban, siapa yang salah dan yang benar, m. sakir dan charles siahaan tidak objektif menulis berita banyak berita yang terlalu dilebih lebihkan (tidakobjektif) penulis terkesanterbawa emosi kenapa? siapa M. Sakir dan siapa charles siahaaan? merekakan juga orang yangmerasa termarginalkan karena merekasalah satu tim sukses pilkada nunukan kemaren, contoh kalimat arogansi dari salah satu ormas yang ada di nunukan,arogansi bagaiman padahal ormas tersebut terbukauntuk siapa saja, ???? semoga Allah SWT memeberikan pencerhan dihati mereka agar cahaya kebenaranmenujuhati nya. semoga masyarkat nunukan terbebas dari upaya profokasi yang memecah belah, salut untuk Insiyur. HAJI PARIDIL MURAD, Master Of Sains, seorang tokoh dan ketua PUSAKA,kebenaran akan munculAllh SWT akan memberitahukan kepada selruh masyarkat nunukan siapa anda?”
    semogaandadapt menjadi Bupati Nunukan priode 2011 – 2016,Amin

    6.Andi
    “Hai pemimpin nunukan jangan terlalu banyak kkn lah permainan kalian itu semua orang sudah tau itu jangan sampai memancing terjadinya konflik,kasian kan rakyat yang tidak tau menau”

    Oh ternyata begitu toh

    Maaf kepada para pembaca atas postingan comment saya yang pertama jika terlalu emosional menanggapi berita seperti ini.

    SEKARANG SAYA TAHU KALAU BERITA KONFLIK NUNUKAN INI LEBIH BANYAK MEMUAT PROVOKASI UNTUK MEMECAH BELAH MASYARAKAT AWAM

    dari saya keturunan bugis, Salam damai untuk seluruh saudara saudaraku masyarakat asli kalimantan.

  3. Nunukan berkata:

    Berita, tetaplah berita, lebih bagus daripada diam membisa seperti penakut. Faridil Murad itu siapa? bukan dayak! faridil murad itu orang GILA JABATAN, aneh kalau jadi anggota PUSAKA.

  4. Fakhri berkata:

    maaf klo gw ngomong kasar
    tp emang ga ad anak yg suka orang tua nya d hina
    d blg gila jabatan lah…
    mohon d mengerti

  5. @ Nunukan
    Lebih baik diam daripada memberikan berita yang tidak seimbang. Maaf, bung, dalih supaya tidak hanya diam seperti penakut bukanlah pembenaran untuk bisa seenaknya menulis berita. Sebaiknya Anda baca ulang artikel utama saya.

    Dan berita pun bukanlah pembenaran untuk kita memberi cap kepada orang lain begitu saja. Apakah Anda sudah mengenal orang yang Anda sebut gila jabatan itu? Sudah tau kepribadiannya? Hebat juga, ya…😀

    @ Fakhri Murad, Fakhri
    Jangan terlalu ditanggapi, mas. Orang yang berkomentar kayak gitu biasanya cuma pencari personal army.:mrgreen:

  6. fakhri murad berkata:

    bs tolong hapus komen saya terdahulu ?
    saya tidak enak jg berkomentar seperti itu
    saya kemarin berkomentar seperti itu krn emosi saja

  7. Oh, OK kalau Anda sendiri yang minta. Saya sih nggak keberatan, tapi saya sisakan satu yang terakhir saja, ya? Supaya diskusinya bisa nyambung.😀

  8. Sribayu berkata:

    Hai hai hai…bilakah kalimantan akan benar-benar aman, mohon dengan sebenar-benarnya agar suku-kaum pendatang ke bumi kalimantan, sabah, sarawak & brunei (pulau besar borneo) agar lebih beretika dan tahu menghormati akan hak-hak kaum pribumi.

    Salam damai untuk semua….

  9. azizah berkata:

    jangan pernah ada perkelahian, atasi semua dengan kepala dingin lihat apa akibatnya kedepan yang mana lbh banyak menimbulkan kerugian salah satu pihak.musyawaroh adalah jalan terbaik untuk menyelasaikan apapun.saya yang sudah bertahun-tahun tinggal di nunukan tidak ingin melihat daerah tempat menimba rezeki di kotori oleh pemusuhan.walopun saya jawa asli tapi saya sangat mencintai nunukan bahkan sya ingin merubahnya menjadi kota santri yang mampu mnjadi contoh baik untuk daerah lain yang mana walopun kecil namun mempunyai potensi yang besar.hai penduduk nunukan damailah rawatlah kota nunukan seperti kita merawat rumah kita sendiri,cintailah kota nunujan seperti kalian mencintai keluarga kalian

  10. Lasso berkata:

    kenali musuh kita
    coba kita pandang negara kita sekarang, dan permasalahan yang ada semuanya berbau perpecahan…. ini ada oknum… dan harus kita sadari bersama musuh itu bukan lah saudara kita yang dari sabang sampai marouke… ada musuh dari luar negara kita yang memang mempunyai misi untuk menghancurkan Negara kita. dengan alasan ( 1 ) agar negara indonesia tidak berkembang ( 2 ) teman-teman pasti pernah dengar kalo ada beberapa anak bangsa indonesia mengukir prestasi di dunia, mereka mencoba menghancurkan ahklak kita semua agar tak ada pesaing…
    ini baru cuma 2 masih banyak alasan negara lain untuk menghancurkan indonesia karena kekayaannya…. sederhana saja kita fikir… hari ini semua perusahan yang besar di indonesia adalah milik orang asing kemana org2 indonesia. ternyata kita terjebak dalam kubangan yang sibuk mencabik-cabik saudara sendiri. kesempatan org luar lah yang menjadi penguasa di indonesia. dan harus di sadiri bersama negara luar tidak mungkin menyerang pemerintahan karena itu kesalahan dunia / hukum dunia (ada PBB) tp apakah PBB mengurus masalah konflik antara suku di indonesia tidak. hahhah… itu ada lah permainan saudara Q. kita terpelajar tp kita tidak sadar ternyata musuh kita sudah mempersiapakan nuklir, rudal dan kapal perang… untuk kita… pertanayaanya kemudia… apa yang kita gunakan untuk melawan mereka ( bangsa asing )????… ahhh…. mungkin ada yang berfikir klo itu terlalu jauh… tp ingat kita semua punya generasi penerus… dan apa yang kita wariskan pada mereka apakah parang dan golok untuk melawan Rudal dan nuklir… itu sama saja kita mewariskan kematian pada anak cucu kita nanti. sebenarnya indonesia di serang memlalui pertikaian. alasanya org2 indoneisa sensitif secara sikologi mengenai perasaan, dan maslah suku dan entnis lah yg terangkat karena memang di indonesia ternyata mempunyai beragam suku dan bahkan salah satu negara yang mempunyai suku terbanyak di dunia… ( coba fikirkan )

  11. ray231185 berkata:

    Kekerasan dan saling hina bukan hal yang mampu mengangkat derajat kita. malah justru akan makin merendahkan.
    Kalau satu pihak merasa dirinya adalah kaum yang keras, gunakanlah itu ke dalam dirinya sendiri. Bangun kedisiplinan, etos kerja yang baik, sehingga tercipta pribadi yang benar2 berkarakter.
    Kalau satu pihak merasa dirinya adalah kaum asli suatu daerah, maka harus siap menghadapi tantangan dari luar. tangkap semua sisi positif dari perbedaan, jadikan sebagai pemicu untuk pengembangan diri sendiri sehingga bisa ikut bersaing dan tidak tersisih.
    Perselisihan adalah hal yang biasa, dalam hal apapun itu. Justru mereka yang sangat mudah terpancing lah yang akan jatuh dengan mudahnya.
    Bersikap ksatria,, kalah harus menerima.Menang, harus bertanggung jawab.
    Kata kata yang keluar dari mulut manusia, mencerminkan seperti apa manusia itu sesungguhnya.

  12. pusaka nunukan berkata:

    permisi admin.,kmi etnis kaltim tdakakn anarkis jika kmi tidk di hina kami memang miskin tapi kmi puNya hrga diri!! kami primitif tpi kmi bukan kanibal—

  13. pusaka nunukan berkata:

    kalo mreka datang dngan sopan kami senang tpi jgn sOk di sini ini kalimantaN bukan selowesi ibarat kn harimau lgy tidur di bngunin itU L kmi jgn sampai peristiwa -sampit- trjadi lagy nauzubillahminzalip

  14. pusaka nunukan berkata:

    buat sodara2 ku etnis bugis -saya mhon ama kalian jaga lh perdamaian jgn ada knflik kita itu sama mari kita hdub rukun tntram mhon maaf apabila kmi slh kmi para etnis dayak! ,,,,,Jgn adA pertikaian di antara kita ——kalian smua sodara kmi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s