Sejarah Scarlet Moon Empire

Scarlet Moon Empire, atau biasa disebut Scarlet Moon, menjadi negara yang mendominasi di wilayah Toran pada tahun 230 sampai 457. Terletak di tenggara wilayah tengah Northern Continent. Ibukotanya Gregminster, terletak di timur laut  Danau Toran di bagian tengah kerajaan. Scarlet Moon berbatasan dengan City-States of Jowston di sebelah utara,beberapa wilayah/negara yang tak diketahui di sebelah barat, Kanakan yang berbatasan di wilayah laut di sebelah tenggara, dan wilayah bekas Kooluk Empire di selatan.

Pada tahun 230, rumor tentang meninggalnya Hikusaak , High Priest dari Harmonia, menyebar cepat ke seluruh negara. Dengan mengambil kesempatan pada ketidak stabilan tersebut, Kranach Rugner, Knight dari Scarlet Moon mendirikan sebuah negara di wilayah Toran dan memisahkan diri dari Harmonia. Dibantu ahli strategi Julian Silverberg, Scarlet Moon Empire berdiri dengan banyak pertumpahan darah. Ibukota Harmonia, Rupanda, berhasil direbut dan diganti namanya menjadi Gregminster. Sovereign Rune, salah satu dari 27 True Rune milik Harmonia, menjadi lambang dari keluarga Rugner. Sejak saat itu, wilayah Lorimar bergabung dengan Scarlet Moon setelah menjalani otonomi selama puluhan tahun dari Harmonia.Scarlet Moon mengklaim bahwa wilayah tersebut adalah milik mereka. Tetapi, sebelum tahun 300, keadaan memanas dengan negara tetangga di sebelah selatan, Kooluk. Kooluk dan Scarlet Moon tidak melancarkan perang terbuka, melainkan melancarkan perang dingin berupa perang mulut dan provokasi. Tapi setelah itu, Scarlet Moon menyerah untuk mempertahankan  wilayah Kooluk. Sebenarnya, pada tahun 300, petinggi dari Scarlet Moon sangat terlibat ketika mereka sering bepergian menuju wilayah Kooluk untuk melancarkan sesuatu yang dikenal dengan ‘perburuan manusia’

Salah satu insiden yang menjadi tragedi terjadi pada tahun 301, ketika petinggi yang menyerang desa perbatasan kedua negara terbunuh oleh Punishment Rune dan juga anak dari pejabat Scarlet Moon Empire. Sedangkan pejabat tersebut, Graham Cray, melarikan diri dari wilayah tersebut dan pimpinannya, Elenor Silverberg dipecat dari jabatan penasihat utama.

Perang terbuka antara Kooluk – Scarlet Moon akhirnya terjadi pada tahun 306, ketika Scarlet Moon menerima kabar bahwa Kooluk berencana untuk menyerang mereka. Rencana tersebut sebenarnya adalah siasat dari Elenor Silverberg, yang saat itu mengabdi pada Island Nations Federation (INF), untuk menarik perhatian Kooluk dari wilayah INF.

Sementara, di Scarlet Moon sendiri, kerajaan itu terus mengokohkan posisinya. Memangun Penjara Soniere di wilayah Kunan pada tahun 347 untuk menggantikan Penjara Gaya yang sudah tua. Hal ini diikuti oleh selesainya Kastil Scarletecia di wilayah yang sama pada tahun 370 sebagai benteng pertahanan terdepan terhadap serangan Jowston.

Setelah kehancuran Kooluk, Sacrlet Moon menemukan musuh lain yang mengancam wilayah mereka, kali ini dari utara. Karena jarak yang sangat jauh antara kedua negara dan berupa wilayah yang sulit untuk dilalui seperti Gurun Karkasas, keadaan yang sempat memanas akhirnya mereda secara perlahan. Tahun 407, Kastil Moravia selesai dibangun di wilayah Senan untuk memberi perlindungan terhadap Scarlet Moon. Selain itu dengan adanya Pelabuhan Rakan dan Duha sebagai benteng satelit, wilayah Senan menjadi sulit diserang oleh Jowston.

Dengan Toran yang telah diamankan pada perbatasan Scarlet Moon Empire terlihat bahwa tidak akan ada yang bisa mengganggu negara kuat ini saat ini, tetapi di dalam kerajaan sendiri yang menyebabkan ketidak stabilan besar pertama dalam puluhan tahun teakhir.

Tahun 446, putra mahkota Barbarossa Rugner mengadakan upacara atas panen yang sukses di wilayah Kunan. Tapi, saat dia pergi, pamannya, Geil Rugner, merampas hak Barnarossa sebagai penerus tahta kerajaan melalui “Abdication Trial”. Ide untuk menjatuhkan Barbarossa telah direncanakan dalam waktu yang sangat lama, terlihat dengan direbutnya jenderal yang loyal pada Barbarossa untuk mengamankan trial tersebut. Melalui rencana tersebut, pasukan Geil Rugner dengan mudah menyingkirkan pasukan loyalis.
Pasukan Barbarossa berkumpul lagi di Kastil Pannu Yakuta di wilayah Great Forest, yang kemudian menjadi markas pasukan Barbarossa. Disini, penasihat pasukan Kasim Hazil, Mathiu Silverberg, menyarankan agar mereka merekrut pamannya, Leon Silverberg. Barbarossa dengan mudah merekrut Leon, dan pasukannya mulai memukul mundur pasukan Geil dengan strategi jenius dari Leon.

Para Dragon Knight juga ikut membantu Barbarossa melawan Geil. Akhirnya, pasukan Barbarossa bergerak menuju Gergminster, berhadapan dengan pasukan Geil Rugner di pertempuran terakhir di Benteng Kwaba. Setelah mencoba melemahkan pasukan Barbarossa,Geil dan pengikutnya kalah sedangkan Geil dihukum mati. Perang Tahta berakhir dan Barbarossa mengambil alih tahta sebagai kaisar Scarlet Moon Empire. Akan tetapi, perang tersebut mengakibatkan keretakan besar yang mengarah pada ketidak stabilan pemerintahan.

Beberapa tahun kemudian, pasukan dari Tinto dan South Window, anggota City-States of Jowston, menginvasi wilayah Senan, berharap bisa mengambil keuntungan dari melemahnya Scarlet Moon akibat Perang Tahta. Pasukan Jowston bergerak ke Dana, lalu ke Kalekka. Pasukan Jowston berhasil dikalahkan tapi hal itu membuat kerajaan terjun dalam perang lainnya setelah Perang Sipil mereka berakhir.

Kelompok anti-perang keluar masuk kerajaan dan menjauhkan Barbarossa untuk menggali semua hasil bumi untuk mempertahankan negara dari Jowston. Hal itu mengakibatkan kerajaan mengalami insiden Kalekka dimana penduduk desa dihukum dan penduduk kota dibunuh akibat berpihak pada Jowston. Hal ini, menurut beberapa orang, akan membuat penduduk sentimen dan berakhir dengan perang saudara. Protes dilancarkan oleh banyak pegawai Barbarossa, tetapi Barbarossa, yang berubah setelah kehilangan istrinya, Claudia, yang terbunuh dalam Perang Tahta, menyetujui proposal yang telah dibuat. Seperti yang telah direncanakan, banyak insiden di seluruh kerajaan dengan keinginan balas dendam dan berujung dengan kekalahan pasukan Jowston di wilayah Scarlet Moon.

Beberapa saat kemudian, Windy,  sang Penyihir Besar mulai berusaha mempengaruhi Barbarossa. Barbarossa jatuh cinta pada Windy yang berubah menyerupai Claudia dan dan tidak tertarik dengan kegiatan politik, Scarlet Moon menjadi berantakan dan banyak terjadi korupsi, pendapat rakyat diabaikan dan terus ditekan.

Gregminster bagaikan permata di Scarlet Moon Empire, dibangun ulang sebagai kota yang indah setelah hancur oleh pasukan Geil Rugner pada saat Perang Tahta. Kota itu terkenal dengan seninya dan juga keramik seperti patung ‘Dewi Emas’ yang berada di tengah kota.

Kota besar lainnya termasuk Lenankamp, terletak di selatan Germinster, dimana markas Tentara Kemerdekaan berada., Antei, kota terbesar di Kunan yang penuh sesak akan perdagangan seperti Kirov di wilayah Dana, yang terkenal dengan perdagangan internasional dengan Jowston. Goya, markas para Dragon Knight dan Warrior’s Village di Lorimar, yang meskipun wilayah otonomi juga termasuk wilayah kekuasaan.

Tahun 453, akibat dari pembunuhan calon suaminya, Achilles, untuk menimbulkan pemberontakan, Odessa Silverberg membentuk Pasukan Liberasi Toran, melakukan banyak sabotase terhadap kerajaan. Mereka pertama kali hanya dipandang sebelah mata oleh pemerintah, tapi pada tahun 455 sikap anti-pemerintah sudah berkembang menuju poin hingga mata-mata dikirim untk menyelidiki dan memecah belah pihak yang berlawanan. Membongkar letak markas besar Pasukan Liberasi di Lenankamp, pasukan pemerintah mengambil alih markasnya dan membunuh Odessa Silverberg sehingga dianggap bahwa pasukan Liberasi sudah dikalahkan.
Akan tetapi, Tir, anak dari Jendral Kerajaan Teo McDohl, yang dipaksa untuk bersembunyi bersama pasukan pemberontak setelah diasingkan oleh trik licik dari Windy, mengambil alih jabatan di pasukan tersebut. Mendirikan markas baru di Danau Toran, pasukan Liberasi membangun kekuatan dan memulai pemberontakan besar-besaran terhadap kerajaan. Setelah wilayah demi wilayah jatuh ke tangan Pasukan Liberasi, akhirnya terkuak bahwa Jendral Besar Kerajaan berada dibawah pengaruh Dark Rune Windy. Akan tetapi, 4 dari 5 Jendral Besar bergabung dengan pasukan Liberasi setelah mereka kalah dalam pertempuran, berharap bisa membantu untuk menunjukkan kesalahan dalam jalan yang dipilihnya.

Tahun 456, Mathiu Silverberg dari Pasukan Liberasi Toran mengirimkan dokumen tentang rencana palsu kerajaan untuk menginvasi wilayah mereka. Kesal atas hal tersebut, Tinto dan South Window menyerang daerah Senan yang membuat Jendral Kerajaan Kasim Hazil menyerah pada Pasukan Liberasi. Beberapa bulan kemudian, pada tahun 457, Pasukan Liberasi mengalahkan pasukan Kerajaan di Shasarazade dan di ibukota, Gregminster. Barbarossa menghilang setelah berhadapan untuk terakhir kalinya dengan Tir McDohl di Istana Gergminster.

Setelah kehancuran Scarlet Moon Empire, Tir McDohl, yang seharusnya mengambil jabatan sebagai Presiden dari Toran Republic. Akan tetapi, pemimpin muda tersenut meninggalkan negara itu dan jabatan presiden jatuh kepada Jendral Pasukan Liberasi, Lepant.

Tentang Reinhart

Don't wait. The time will never be just right.
Pos ini dipublikasikan di Suikoden, Suikoden I. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sejarah Scarlet Moon Empire

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s