Potret Transportasi Indonesia Tahun 2008

Tahun 2008 sudah berakhir. Namun keadaan transportasi di beberapa tempat di Indonesia belum berakhir. Di beberapa tempat keadaan masih seperti sebelumnya bahkan ada yang bertambah parah. Di Jakarta, kemacetan masih menjadi santapan sehari-hari masyarakat. Di daerah pantura, kecelakaan masih sering terjadi.

Di Surabaya pun tidak jauh berbeda dengan wilayah lainnya. Di Depdiknas Jawa Timur, yang bertempat di jalan Genteng Kali pernah terjadi kejadian yang cukup menarik. Sekitar bulan Maret, ada sebuah rapat akbar beberapa hari sebelum Hardiknas. Rapat itu dihadiri oleh perwakilan sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur. Orang-orang yang terpelajar secara akademis berkumpul di sana untuk membicarakan tentang sebuah ujian yang konon menentukan kelulusan siswa. :?

Sayangnya, perilaku yang ditampilkan tidak mencerminkan status mereka sebagai golongan ‘terpelajar’. Mobil-mobil kendaraan mereka diparkir sembarangan di jalan, hingga menutup setengah badan jalan. Ditambah lagi, jalan itu bukanlah sebuah jalan yang lebar. Jalan tersebut hanya mempunyai lebar 4 meter.

Tidak berhenti sampai disitu, mereka ternyata juga melanggar rambu lalu lintas. Bahkan, saya sempat memotret seseorang yang memarkirkan mobilnya di depan tanda dilarang parkir. Hal ini semakin mempertegas anggapan negatif yang muncul di masyarakat bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar. :?

parkir-mobil-depan-depdiknas

Di wilayah Surabaya Barat, atau tepatnya jalan Tanjungsari yang merupakan kawasan pabrik, macet sudah menjadi sebuah pemandangan umum dan dianggap wajar oleh masyarakat di sana. Pada jam masuk dan pulang pabrik, macetnya bahkan susah ditembus pejalan kaki.

Kemarin, saya melewati jalan itu untuk pulang ke rumah. Dan, saya pun melihat pemandangan yang sama seperti yang sudah saya lihat ketika berangkat dan pulang sekolah masa SMP dan SMA. Saking parahnya kemacetan, kendaraan yang merangkak dengan arah yang berlawanan pun sudah hampir berhimpitan.

Akibatnya, batas kendaraan yang berlawanan arah pun semakin  tidak jelas. Sebagian ada yang lebih mendominasi menuju hulu (dari tempat kedatangan saya), dan sebagian ada yang mendominasi menuju hilir.

macet

Penyebabnya pun sudah bisa saya duga, yaitu sopir angkot/bemo yang sedang menunggu penumpang di kala waktu pulang pabrik.

angkot-ngetem

Sayangya, yang menunggu tidak hanya satu atau dua sopir. Kemarin ada sekitar tujuh sopir angkot yang menghentikan mobilnya di depan salah satu pabrik dengan alasan yang sama. Belum terhitung belasan becak dan puluhan sepeda motor yang menjemput di tempat yang sama. Parkirnya sangat sembarangan sehingga memakan badan jalan. Hingga tidak lama kemudian, keluarlah apa yang ditunggu-tunggu oleh para sopir dan penjemput itu.

karyawan-pabrik1

karyawan-pabrik2

Ini bukan sebuah parade, bukan sebuah acara jalan sehat, apalagi sekelompok anak TK yang sedang latihan berbaris :lol: . Ini adalah barisan para karyawan pabrik yang akan pulang ke rumah masing-masing. Pabrik sepatu yang pekerjanya mayoritas berasal dari wilayah Surabaya Barat, terutama Tandes, sebuah wilayah di mana rumah saya berada. Dan, seperti yang bisa kita lihat, para karyawan dan karyawati itu pun berjalan berjajar hingga ke tengah jalan.

Tentu saja hal-hal tersebut tidak hanya terjadi di Surabaya. Saya yakin di wilayah lain juga memiliki masalah yang sama. Ada kemungkinan tidak separah ini, tapi ada juga kemungkinan jauh lebih parah.

Dari beberapa gambar di atas dapat kita lihat bahwa peran polisi dalam menanggulangi  kemacetan masih perlu ditingkatkan. Dalam kasus di Depdiknas, pengatur lalu lintas masih ditangani oleh tukang parkir sebelum akhirnya diambil alih oleh polisi 15 menit kemudian. Sedangkan untuk di kawasan pabrik Margomulyo, bahkan tidak ada yang mengatur lalu lintas sama sekali selama kurang lebih 20 menit, sebelum datang seorang polisi untuk menertibkan keadaan. :|

Ternyata, tidak hanya transportasi jalan raya yang bermasalah. Transportasi rel, udara, dan laut pun masih memiliki berbagai masalah yang harus diselesaikan. Selama tahun 2008 ini, masih banyak terjadi kecelakaan kereta api, kapal, dan pesawat. Meskipun demikian, pemerintah mengakui bahwa kecelakaan lalu lintas sudah berkurang dibandingkan tahun 2007.

Indonesia boleh bertambah tua seiring bertambahnya waktu. Tetapi hal itu harus terus diikuti oleh berbagai peningkatan di segala bidang, termasuk di bidang transportasi.

New year, new hope, new spirit. Selamat tahun baru 2009, kawan. Mari kita berdo’a dan transportasi di Indonesia bisa meningkat seiring perkembangan waktu. :)

About these ads

Tentang Reinhart

Don't wait. The time will never be just right.
Tulisan ini dipublikasikan di Lain-lain, Live Journal, My Thoughts dan tag , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Potret Transportasi Indonesia Tahun 2008

  1. Adit™ berkata:

    Hoho, memang tak hanya di Jakarta. :P Masalah lalu lintas begini selalu terjadi ya. Kalau di Jakarta, biasanya malah ada angkot yang ngetem di depan rel kereta tiap saya pulang dari stasiun. :mrgreen:

    Mudah-mudahan tahun baru membawa harapan yang lebih baik. Amin. :mrgreen:
    …dan mudah-mudahan doa tahun ini bukan repetisi doa tahun lalu yang kayaknya kurang berhasil :P

  2. Jyagh… lupa diganti. :? Sudahlah.

  3. afshad berkata:

    Happy New Year too..
    I hope your dream will come true as well
    peace :)

  4. Anang berkata:

    happy new year bro

  5. det berkata:

    selamat ulang tahun ndu. semoga panjang umur :mrgreen:

  6. Just Bryan berkata:

    Selamat Tahun Baru..
    Semoga transportasi di Indonesia jadi lebih baik..

  7. cK berkata:

    berdoa saja presiden baru nanti akan memperbaiki transportasi… :P

  8. ainan berkata:

    ndu..ndu..

    pandu aku,ndu..
    ajari nge-blog yang gokil
    kaya elo :D

  9. @ cK
    ya…nanti tak perbaiki transportasinyah :mrgreen:

  10. saKuZo berkata:

    uh yeah ! di bdg jg gitu koq, macetnya nyebelin.
    angkot gak teratur, apalagi kl pabrik baru bubaran, bnyk bgt angkot berhenti, bkn jalan macet terus lama bgt ngetemnya :mad: :mad:

  11. mahma mahendra berkata:

    kejadian biasa di kota2 besar… .

    siapa yang salah???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s