Ya, itulah semboyan yang seolah telah melekat di benak kita. Bahwa kejujuran merupakan pintu menuju kehancuran. Indonesia memang merupakan negara yang besar wilayahnya. Berpenduduk lebih dari 180 juta jiwa. Selain itu Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Seolah negara ini merupakan negara yang sempurna untuk ditinggali dan tidak akan habis kekayaannya.
Akan tetapi meskipun Indonesia kaya secara fisik, Indonesia sangat miskin dalam hal mental. Baik di DPR maupun MPR, ada saja pejabat yang melakukan praktek korupsi. Mereka kebanyakan melakukannya dengan dalih pembangunan negara. Padahal dana yang digunakan kebanyakan diselewengkan oleh pejabat yang bertugas di dalamnya.
Kemarin saat jalan-jalan di sebuah toko buku, saya melihat sebuah buku yang berjudul Konspirasi di Balik Lumpur Lapindo. Memang saya tidak membeli buku itu karena dana yang terbatas, akan tetapi setidaknya saya bisa menangkap sedikit pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.
[anger mode=on]
Betapa hebatnya pejabat kita kini, mereka mampu mengais keuntungan dibalik kesengsaraan rakyatnya. Disaat semua orang menangis melihat rumahnya tenggelam oleh luapan lumpur panas, para pejabat tertawa dengan santainya sembari mengayunkan uang yang berhasil mereka raup hasil dari kebohongan yang mereka buat.
[anger mode=off]
Terlepas dari kejadian diatas, ada hal serupa yang pernah kualami. Bagi mereka yang tekun memperhatikan Blog-O-Sphere Indonesia, pasti mengetahui kejadian apa yang terjadi pada pertengahan Mei lalu. Yaitu soal sebuah blog yang diikutkan dalam BlogFest 2007. Blog itu memenangkan lomba yang hadiah utamanya berupa uang tunai senilai ratusan ribu. Akan tetapi, ketika saya mencoba mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya, justru ada temannya yang marah-marah.
Lalu satu lagi, yaitu setelah saya berhasil memenangkan lomba Kompas Weblog Competition yang berlangsung tanggal 13 – 17 Juli 2007 lalu. Lomba ini dilangsungkan di Kompas Gramedia Fair 2007 di Gedung AJBS Jl. Ratna. Di blog yang saya daftarkan, ada lagi yang marah-marah dan mengatakan bahwa saya ini maniak. Iri dengan kemenangan yang didapatkan temannya di BlogFest. Malah ada pula yang menyebutkan bahwa saya melobi para juri. Melobi orang Kompas (Silahkan lihat di Shoutbox-nya).
Saya tidak habis pikir, darimana saja datangnya ide-ide gila itu semua. Ketika berusaha mengungkapkan kebenaran, saya dihujat. Akan tetapi setelah berhasil menang secara fair, saya dihujat juga, nah lho.
Sedangkan soal melobi orang Kompas tadi, saya tegaskan saja, saya TIDAK PERNAH melakukan hal tidak terhormat seperti itu. Saya kesana untuk memenuhi persyaratan lomba yang mengharuskan diambil dari PIKNet Kompas. Dan kebetulan tempat yang bisa digunakan untuk mengaksesnya adalah di stan pameran.
Pertanyaannya, apakah Indonesia sudah menutup pintu bagi orang-orang jujur? Apakah jujur itu dilarang? Apakah sekarang Indonesia sudah menjelma jadi negara yang penuh dengan kebohongan?
Updated:
Untungnya dalam beberapa kejadian, diatas saya menggunakan beberapa jurus untuk melawan komentar.









Sabar…
Orang jujur adalah orang yang “berbeda”, wajar kalau dicap munafik, dipandang dengan hati2…
Kenapa?
Karena kalau orang itu pembohong, wajar kalau dia berbohong, tapi kalau orang jujur, kita nggak tahu kapan dia akan berbohong.
*Paragraf pertama dan kedua nggak nyambung aslinya, jadi kalau SPMB, jawabannya B – Benar-benar tidak berhubungan Wakakaka..*
Ternyata pertamax!!!
keduaxx! *yg dia atas ga dianggep haha..maksa*
sabar lah pandu..hidup tuh emg gitu..
kalo kita lagi ada dapet rejeki..psti ada aja yg sirik deh,,
yg ky gitu..cuekin aja…pasti pandu jd lebih enteng nantinya..
smgt yah..!
btw, makan2nya mana??ndak mau rujak cingur ahh..saya ndak doya…*halah*
Untungnya saya bukan tipe orang yang pendendam.
*sambil ngasah Harusame*
Wehehehe…
sabar atuh nak,,
yah orang-orang kayak gitu kan cuma mau enaknya, kita emang rugi, tapi rugi perasaan aja,, Tuhan tau mana yang benar,, bukannya mau menggampangkan masalah dan tidak mengindahkan masalah yang ada,
tapi klo kita jadi emosional (dan biasanya orang yang lagi dikuasai emosi itu suka berbuat hal-hal diluar keinginannya sendiri) toh kita sendiri yang rugi,,
hehe,,
jujur mungkin memang mulai dianggep kuno,, tapi itu cuma anggepan orang-orang ‘jahil’,, sebodo’ amat,,
Hahahaha….orang jujur itu harus backstreet belakangan ini.
Benar kata makhluk di atas saya.
Pendekar itu harus menyembunyikan ilmunya, ga boleh pamer.
Ada banyak tipe orang, dengan sifat2 mereka yang berbeda-beda. Anggaplah itu sebagai hal yang lumrah, iri dengki, amarah,..kesemuaya adalah bagian dari emosi yang kita semua manusia miliki…ada hitam ada putih….tidak ada yang baik atau buruk…semuanya saling mengisi.
Biarkanlah apa mereka tuduhkan kepada kita, selama kita tidak pernah berbuat apa yang mereka tuduhkan…
Terkadang orang melihat apa yang mereka dengar, lihat dari orang lain, tanpa berani mencari jawaban secara langsung ke sang empu, alias percaya dengan gosip yang kemudian ditelan mentah-mentah. Anggap aja mereka pengecut yang pecundang,…parah bukan?
Pandu, maksudnya Juni?
atau… is there a rip in the time-continuum?
*halah, OOT*
selamat ya uda menang!!
*lho, komen kaya gini harusnya di post yang sebelum ini rifu*
yah, kalo memang ud ga bisa diapaapain lagi, berdoa aja deh kalo generasi selanjutnya (generasi kita) bisa jadi pejabat yang jujur.. eh, lupa, generasi kita juga masih banyak yang nyontek dan titip absen ya? sigh…
Sabar tenang aja…. kalo kita memang benar, dan jujur aliran komentar pasti banyaknya ke kita juga…
tetap adalah orang yang menjadi saingan, itulah dinamika hidup pandu.. hehehe
@ saRe’


Nah, maka dari itu saya suka ama quote-nya Yoh Asakura seperti yang terpampang di sidebar paling atas
@ Death-B Ille Bellisima
Hwehehehe…
@ Master Li
Baik, Master…
@ romeroeldelavega
Manusia memang punya beragam sifat dan karakter
@ Rifu
Eh, iya juga
Terima kasih atas koreksinya
Heheh… Jadi inget eksul di sekolah
@ arul
Akan saya coba untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini
(Halah, sok puitis. Padahal ga bisa buat puisi)
kalau mau jujur, ga bakalan bisa makan. kapan korupsinya?????
Itulah beratnya cobaan bagi orang-orang yang menganut paham kejujuran.
Mwaaa cobaan itu cobaan
Cobaan di dunia emang ga ada habisnya…
@Fourtynine
Bisa kok rid.., tenang aja…, gw aja bisa makan tanpa korupsi kok hehehe… malahan tak tergantikan kalo di lihat dari sisi kejujurannya *narsis mode*
lam kenal Pandu.., keep on honestheism
Hmm… benar sih. Rasa-rasanya kejujuran itu sudah tak dipedulikan sekarang. Banyak yang lebih mementingkan hasil akhir daripada prosesnya, dan kalau ada yang unggul di proses justru dibumihanguskan.
Sabar saja.
Walau tak sepenuhnya, tapi “Justice Will Prevail”.
@ CY
Salam kenal juga…
@ Xaliber von Reginhild
Setuju!
Jujur=Hancur, Paradoks masa kini…
Kalau dulu yang benar yang menang (kayak di dongeng2) sekarang yang benar yang dicemplungin.
Sekarang mah benar-salah tergantung mainstream.
Memang, dicemplungin ke jurang kenistaan.
Salam kenal.
Bisa gak ya, kita bikin eksperimen.
Kita semua ganti nama menjadi “Jujur”.
Hasilnya, kita jadi hancur, nggak?
saya berhasil memenangkan lomba Kompas Weblog Competition yang berlangsung tanggal 13 – 17 Juli 2007 lalu. Lomba ini dilangsungkan di Kompas Gramedia Fair 2007 di Gedung AJBS Jl. Ratna. Di blog yang saya daftarkan, ada lagi yang marah-marah dan mengatakan bahwa saya ini maniak. Iri dengan kemenangan yang didapatkan temannya di BlogFest. Malah ada pula yang menyebutkan bahwa saya melobi para juri. Melobi orang Kompas
bukan ngiri tapi cman mo bilang:
SABAR,PALING PALING DIA NGIRI QMU PINTER (sementara dia ktinggalan jaman),(sebenernya aq mo bilang “kasian deh lo” juga, ehehe, sorry)
@ M. Shodiq
Mungkin.
@ Iyung